Ruh NKRI adalah Kesetaraan!

Pancasila dan UUD 1945 itu tidak bertentangan dengan Islam. Yang merumuskannya juga orang-orang Islam. Tapi tentu saja bukan hanya orang-orang Islam. Ada juga orang Kristen, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu.

Artinya, Pancasila dan UUD 1945 itu tidak sekedar mewakili kepentingan umat Islam. Ia mewakili kepentingan bersama.

Keduanya tidak bertentangan dengan Islam, tapi jangan diklaim sebagai legitimasi bahwa ruh republik ini adalah Islam, untuk melegitimasi upaya untuk menjadikan Islam dominan di atas agama lain. Ruh republik ini adalah kesetaraan atas semua agama, suku, dan golongan.

Bagi saya, NKRI itu sudah jelas rumusannya. Pancasila, dasar negara. UUD 1945 konstitusi. Keduanya tak memuat kata kunci “Islam” atau “muslim”. Juga tak menempatkan mayoritas pada posisi isrimewa.

Tapi bukankah demokrasi menempatkan mayoritas pada posisi istimewa? Kata siapa? Demokrasi justru menjunjung hak semua golongan, termasuk golongan minoritas. Fondasi dasar demokrasi ada pada penegakan hak asasi manusia dan kesetaraan.

Artinya, semua orang, semua suku, semua agama, mendapat hak dan kewajiban yang sama dalam republik ini. Jangan ada dalih, kami mayoritas lalu kami boleh ini dan itu, mendapatkan keistimewaan. Juga, jangan sampai ada orang yang harus mengalah, dirampas haknya karena ia minoritas.

Sesederhana itu, bukan? Kenapa jadi rumit? Karena ada pihak-pihak yang ingin mencuri keistimewaan. Itu masalahnya.

catatan Kang Hasan

 

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Politik