Lalu, apa yang akan kau lakukan?

Lalu, apa yang akan kau lakukan?

Ini adalah pertanyaan penting. Presiden direktur di kantor pusat perusahaan tempat saya bekerja, pemimpin perusahaan raksasa dengan 250 anak perusahaan di seluruh dunia, selalu mengajukan pertanyaan ini.

Dalam suatu rapat kecil menjelang suatu acara seremoni, pimpinan grup perusahaan kami di Indonesia menyampaikan ringkasan situasi ekonomi Indonesia saat ini, yang dalam beberapa sisi kurang menguntungkan bagi bisnis kami. Setelah paparan itu, presiden direktur kantor pusat menyampaikan pertanyaan tadi, lalu apa yang mau kamu lakukan?

Penting bagi kita untuk memahami situasi. Maka, kita amati lingkungan, kita kumpulkan data, kemudian kita bangun struktur berpikir, dan kita lakukan analisis. Akhirnya kita dapatkan kesimpulan atau rangkuman.

Ingatlah, bahwa itu semua hanya menghasilkan satu hal, yaitu concern, atau kepedulian. Itu tak membuat kita punya influence atau pengaruh. Itu tak mengubah keadaan. Yang mengubahnya adalah tindakan kita. Maka sangat penting bagi kita untuk bertanya, apa yang akan kita lakukan. Kita harus merumuskan tindakan, lalu mengeksekusinya.

Apakah tindakan kita selalu dapat mengubah keadaan? Tidak mesti. Tapi bertindak artinya bersikap terhadap suatu keadaan. Kalau tak bisa mengubah keadaan, setidaknya kita harus bertindak agar tidak kena akibat buruk dari keadaan itu. Ibaratnya, kalau kita tak bisa mencegah orang melempar batu, setidaknya kita harus menngelak agar tak terkena lemparan.

Jadi, jangan pernah berhenti hanya dengan mengamati dan berpikir. Tapi bertindaklah. Berpikir tanpa bertindak sama sia-sianya dengan bertindak tanpa berpikir

catatan Kang Hasan

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Catatan Kecil