Kebaikan yg Kita Perbuat/Terima Tidak Perlu dihitung sebagai Hutang Budi!

Kebaikan tidak perlu menjadi ‘hutang’ bila sang pemberi budi tidak merasa diri menghutangi dan paham bahwa kebaikannya akan berbuah kebaikan yg lebih besar justru bila ia tidak berpamrih.

Sebaliknya, penerima kebaikan pun tidak perlu merasa berhutang, walaupun ia harus belajar tentang sifat kedermawanan dan mencontoh kebaikan yang ia terima dengan meneruskan memberi kebaikan pada yang lainnya.

Lupakan jasa-jasamu pada orang lain. Setelah melakukan satu kebaikan, nikmati sejenak –hanya sejenak– keindahan dari melakukan kebaikan itu. Lalu alihkan perhatianmu ke hal-hal lainnya, sebelum pikiran berontak, menghak, mengklaim kebaikan itu sebagai “kebaikanku”.

Sungguh ini bukan tentang dirimu. Tuhanlah yang menggerakkan hatimu untuk mau membantu seseorang yang tengah memerlukannya. Kau hanya mengalir, bergerak mengikuti kehendak Nya.

Sungguh ini bukan tentang dirimu. Tuhan mengetahui kesulitan yang dirasakan oleh mahluk Nya dan mengirimmu untuk menjadi instrumen Nya dalam menebar kebaikan.

Bersyukurlah. Engkau terpilih untuk mengalirkan kasih sayang Nya. Saat engkau menyatakan “saya bersedia” menjadi penyalur kasih Nya, engkau pun akan terlimpahi kasih yang sama. Berlipat ganda dalam berbagai bentuk hadiah dan kesenangan.

Bersyukurlah. Tuhan menyayangimu dengan mengirimkan “malaikat” Nya –dalam wujud manusia lain– untuk menolongmu.

Membantu dan dibantu. Sebuah keterhubungan sakral — Cinta — antara dirimu, Tuhan, dan sesama. Ada bahagia yang meluas dalam hubungan ini, saat Tuhan hadir dihatimu, di hati orang yang engkau bantu, di hati orang lain yang dibantu oleh orang yang pernah kau bantu, dan seterusnya, dan seterusnya.

Jangan putus mata rantai ini, lupakan kebaikan yang pernah dilakukan, dan buat kebaikan baru lainnya. Menolong itu sangat menyenangkan!

Catatan Pujiastuti SIndhu

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Catatan Kecil