Jangan Menjadi Orang Tua yg Menyerah…

Dalam sebuah diskusi seorang ibu bertanya. “Saya ini guru. Saya mengajar begitu banyak anak orang, dan berhasil. Tapi kenapa saat mengajar anak sendiri saya tidak bisa?”

“Anak Ibu kelas berapa?”

“Kelas 3, Pak.”

Saya tatap sebentar mata sang ibu tadi.

“Bu, anakmu baru kelas 3. Terlalu dini untuk berkesimpulan Ibu atau anak Ibu tidak bisa.”

Kita sering mendengar ungkapan seperti itu dari para guru. “Saya mahir mengajar anak orang, tapi gagal mengajar anak sendiri.” Benarkah? Gambarannya seolah semua anak yang dia ajar bisa semua, dan hanya anaknya sendiri tidak bisa. Benarkah begitu? Tidak. Dalam kelas selalu kita temukan distribusi normal. Ada anak-anak yang cepat bisa, ada yang rata-rata. Lalu ada yang lambat. Tidak mungkin satu kelas cepat bisa semua.

Tapi kenapa ada orang tua yang sekaligus guru menyatakan hal seperti itu? Ia punya harapan, bahwa anaknya seharusnya cepat bisa, seperti anak-anak lain. Saat harapan itu tak terpenuhi, anak langsung kena vonis. Sederhananya, orang tua ini sudah menyerah. “Anakku tidak bisa. Apapun yang kulakukan, tidak akan mengubah itu.” Orang tua yang bukan guru pun banyak begitu. Langsung menyerah, saat harapannya pada anak tak terpenuhi.

Fighting is hard, and giving up is somehow comfort you. Bertarung itu melelahkan. Dalam pertarungan, kalau bisa berhenti atau lari dari pertarungan, sepertinya akan sangat nikmat. Itulah godaannya. Maka tidak sedikit orang tua yang memilih kenikmatan sesaat dan sesat itu. Menyerah.

Kita seharusnya berada dalam posisi untuk mengajari anak agar tidak menyerah. Tapi sangat sering terjadi, kita sebenarnya sudah menyerah dalam pikiran kita. Yang tersisa hanyalah ungkapan verbal. “Jangan menyerah, Nak.” Kata itu diucapkan oleh mulut orang yang sudah menyerah. Adakah maknanya? Tidak.

Ingat. Perjalanan anak kita masih sangat jauh. Mereka bisa! Jangan vonis mereka sejak dini. Jangan menjadi penggali kubur bagi harapan anak-anak kita.

catatan Kang Hasan

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Parenting