Melawan Rasa Takut ala Jokowi

Teman saya seorang politisi bilang “ sepertinya urat takut engga ada sama Jokowi. Banyak kebijakannya yang sebetulnya oleh pemimpin sebelumnya di hindari karena takut menimbulkan kekacauan politik. Maklum walau presiden di pilih langsung oleh rakyat ratusan juta orang namun setelah terpilih, negeri ini di kuasai oleh elite politik yang jumlahnya tidak lebih 1000 orang.

Tidak sulit mereka menjatuhkan Jokowi apalagi kalau terjadi konspirasi dari mereka. Tapi memang apapun kebijakan yang memaksa kita keluar dari comfort zone, dia lakukan tanpa rasa takut. Walau berkali kali diperingatkan dengan segala resiko goncangan politik, dia tidak peduli. Semakin tinggi rasa takut kita semakin dia kencang untuk melaksanakan. “

Menurut saya, secara manusiawi tentu Jokowi punya rasa takut namun dia mampu mengalahkan rasa takut itu sendiri. Mengapa ? Rasa takut itu bisa membuat pikiran dan pertimbangan kacau. Akibatnya banyak keputusan dibuat tidak tepat karena pikiran kacau di kecam rasa takut. Akhirnya, keputusan-keputusan itu justru menciptakan masalah yang lebih besar.

Dampak keputusan yang salah amatlah merugikan. Banyak orang menderita, karena kesalahan kebijakan yang dibuat pemerintah. Sayangnya, banyak kebijakan tersebut dibuat atas dasar rasa takut akan masa depan. Rasa takut mengaburkan kejernihan berpikir, dan memperbesar masalah yang sudah ada sebelumnya. Dan ketergantungan yang besar kepada orang lain, padahal hanya Tuhan tempat kita bergantung.

Darimana akar ketakutan semacam ini? Saya melihat, akar ketakutan terletak pada kegagalan memahami arti hidup sesungguhnya. Artinya, ketakutan lahir, ketika orang gagal memahami kenyataan apa adanya. Ia melihat dunia hanya semata dengan pikiran dan perasaannya, yang seringkali jauh dari utopia. Tuhan membentangkan peristiwa bukan menyuruh kita untuk melawannya tapi mengubahnya dan untuk itu ubahlah diri sendiri dulu, dan awali dengan lawan rasa takut.

Jadikanlah keseharian kita sebagai cara cara Tuhan berdialogh dengan kita. Hadapi keseharian kita dengan senyum. Mengapa? Semua peristiwa itu adalah cara cinta Tuhan untuk melatih kita sabar, rendah hati, ikhlas. Soal peristiwa yang terjadi itu hanya senda gurau saja. Itulah hebatnya Tuhan. Orang bego aja yang anggap hidup serius amat.

Dan lihatlah Jokowi, dia bisa melakukan hal yang luar biasa karena dia mampu melawan rasa takut. Nyatanya aman aman aja. Dia masih bisa santai piara kambing dan kodok. Ente aja yang tiap hari stress pakai baper segala , bawa orang demo…Mau ngapain?

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Akhlak Mulia