Tentang “Total Parenting”

Total parenting itu seperti total football. Yang konvensional, peran diatur. Laki-laki kerja, cari duit, perempuan mengasuh anak di rumah. Itu seperti conventional football, di mana peran ditentunkan berdasarkan posisi pemain. Pemain belakang bertahan, pemain depan menyerang.

Dalam total football, semua pemain adalah penyerang, sekaligus pertahanan. Peran ditentukan berdasarkan situasi. Demikian pula dengan total parenting. Siapa memainkan peran apa, ditentukan berdasarkan kesepakatan suami istri, sesuai dengan situasi yang mereka hadapi.

Hal penting untuk dicatat, biasanya laki-laki dianggap sudah memenuhi tugas, cari nafkah. Maka ia bisa lepas tangan dalam pengasuhan anak. Konyolnya, banyak laki-laki yang keukeuh dengan sikap itu, meski istrinya juga bekerja cari nafkah seperti dia.

Seharusnya tidak demikian. Meski suami sudah bekerja mencari nafkah, ia tetap wajib terlibat dalam pengasuhan anak. Bagaimana porsinya? Itu diatur bersama istrinya.

Sebaliknya, perempuan tak mesti jadi penjaga gawang. Kalau ia punya potensi lebih besar untuk tampil, maka ia boleh tampil. Suami harus mendukung. Keduanya juga bisa tampil bersama, hebat bersama, saling mendukung.

Di balik laki-laki hebat ada perempuan hebat yang mendampingi. Di balik perempuan hebat, ada laki-laki hebat yang mengawal. Itu yang terjadi pada pasangan emak dan ayah saya.

catatan Kang Hasan

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Parenting