Renungan Tentang Sukses

Beberapa tahun yang lalu, saat saya masih kerja di KIIC, Karawang. Pada suatu siang, di warung tenda yang penuh sesak pada waktu makan siang. Membawa sepiring sate ayam dan segelas es teh saya mencari kursi kosong untuk makan siang. Ada satu kursi kosong di meja yang telah terlebih dahulu ditempati orang lain.

Renungan Tentang Sukses

Renungan Tentang Sukses

“Permisi, Pak. Boleh saya duduk di sini?”

Orang itu mengangguk. Saya duduk, lalu mulai makan.

Kamu dulu kuliah di Yogya, ya?” tanya orang itu.

Siapa pula ini, orang asing kok berani berkamu pada saya.

Agak malas saya jawab, “Iya.”

Lalu, “Kamu anak Fisika 87, kan?

Saya angkat kepala, saya tatap muka si orang asing itu. Siapa sih? Tetap tidak saya kenal. Lalu dia memperkenalkan diri. Oalaah, ternyata teman kuliah, seangkatan.

Lalu kami berbincang, saling bertukar kabar. Teman saya itu bekerja sebagai instrument engineer di sebuah perusahaan Jepang di Jakarta. Kebetulan dia sedang memasang alat produk dia di Karawang. Lalu saya ajak main ke kantor saya.

Kamu enak, San. Sudah sukses, jadi direktur, banyak duit.” katanya memuji saat tiba di kantorku. Omongan macam begini bikin kikuk. Aku cuma bisa senyum-senyum.

Aku masih jadi engineer di lapangan, masih harus berkeringat. Gaji masih kecil pula.” katanya mengeluh dan minder.

Lalu pembicaraan berganti topik, soal anak. Anak temanku ini sudah kuliah. Dan dia kuliah di UGM! Saya sangat bangga soal itu.

Baca juga:

Kumpulan Kata Motivasi Kehidupan untuk Kesuksesan anda!

“Kawan. Sesungguhnya kamu itulah orang sukses yang sebenarnya.” kataku.

Wah, jangan ngece kamu.”

“Nggak. Aku serius. Kamu tahu, ada berapa banyak orang yang terlihat sukses? Jadi CEO, pejabat tinggi, banyak duit. Tapi gagal mengantar anaknya ke jenjang sukses, menggapai mimpi mereka sendiri. Tak jarang anaknya malah menjadi beban dirinya, atau malah jadi sampah masyarakat. Kamu sudah hampir sukses. Tinggal selangkah lagi anakmu lulus kuliah dan mandiri. Aku sudah berjalan sejauh ini, seperti yang kamu lihat. Tapi aku masih perlu berjuang beberapa tahun lagi untuk sampai ke jenjang sukses seperti kamu. Kamu sudah lebih dahulu sukses.”

Ia tertegun. “Lha bagi kamu itu kan cuma soal waktu.”

“Bukan. Waktu tak pernah menentukan sukses seseorang. Dalam hal ini perlu usaha lahir batin yang luar biasa keras untuk sampai pada jenjang pencapaian yang sudah kamu raih.”

Kawan saya itu akhirnya sadar bahwa aku tidak sedang berbasa basi. Ia pamit pulang dengan senyum cerah. Dan aku masih harus menempuh perjalanan panjang. Saat aku tiba di ujung perjalanan itu boleh jadi teman saya tadi sudah jadi CEO. Siapa tahu?

Kita mungkin tidak bisa sukses dalam segala hal sekaligus. Tapi ingat, sebenarnya ada banyak sukses yang bisa kita nikmati dan syukuri sudah ada pada diri kita, kalau kita tidak terlalu sibuk menghitung sukses orang lain.

sumber: catatan Kang Hasan di Facebook

Baca juga:

Kata Motivasi Pembangkit Semangat Sukses!

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Catatan Kecil