Mencintai Secara Berlebihan itu Tidak Baik…

Mungkin saya termasuk orang yang nampaknya tidak romantis dan tidak terkesan memanjakan anak. Dalam pergaulan pun dengan sahabat , saya tidak terkesan berlebihan. Bahkan saya tidak terlalu gila harta untuk menjadi terhormat. Kemana mana lebih suka dengan angkutan umum. Walau putra putri dan istri saya punya kendaraan pribadi.

Pakaian saya jarang bermerek terkenal. Tidak main golf. Padahal lingkungan pergaulan saya hampir semua menggunakan pakaian bermerek dan main golf. Dari sikap itulah saya lalui sebagai suami, ayah, sahabat, pengusaha. Apakah karena sikap itu saya rugi ?

Baca juga:

Cinta tak Mengenal Ruang dan Waktu

Tidak. Biasa saja. Karena saya juga tidak menganggap rugi bila orang menilai saya negatif atas sikap saya. Saya juga tidak perlu bangga karena itu. Hidup ini bukan apa kata orang tapi bagaimana kesungguhan kita mendelivery commitment kita kepada manusia dan Tuhan. Karena apapun itu hanya ada antara kita dengan Tuhan. Itu aja.

Mengapa ? karena memang saya tidak pernah menempatkan cinta kepada apapun dan siapapun secara berlebihan. Jadi saya engga pernah takut kalau diancam oleh orang lain atau kawatir kehilangan sesuatu. Dengan sikap ini saya bisa lalui hidup dengan tenang.

Kalau datang baik ya bersyukur. Kalau datang buruk, ya bersabar. Tidak perlu baper segala sampai menyalahkan orang bila kita di tolak bergaul karena sikap kita di anggap tidak punya kelas. Tidak perlu baper bila orang males ketemu kita. Tidak perlu baper bila keluarga merendahkan kita karena bangkrut. Tidak perlu baper bila anak lebih punya waktu dengan keluarganya dan kadang lupa kepada kita. Santai aja..

Hidup ini menjadi pelik karena kita terlalu mencintai apapun berlebihan. Kita mencintai anak dan istri berlebihan. Sehingga sedikit saja ada masalah kita stress. Kita terlalu mencintai harta ,sehingga kurang sedikit saja atau ada masalah sedikit saja kita stress.

Kita terlalu mencintai hubungan persahabatan karena ingin di hormati. Ketika ada masalah , kita stress dan beper segala. Kita terlalu mecintai jabatan dan kehormatan. Sedikit aja ada masalah kita baper dan stress. Lambat laun karena sikap kita inilah maka banyak penyakit datang.

Artinya tanpa di sadari dengan sikap terlalu mencintai berlebihan itu kita sedang melakukan proses bunuh diri secara sistematis. Ini sebuah fakta bahwa kita tidak boleh mencintai apapun berlebihan karena itu sama saja kita menduakan Tuhan. Hanya Tuhan yang berhak di cintai diatas segala galanya…

Pahamkan sayang?

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Catatan Kecil