Beragama itu Pada Hakekatnya Mudah!

Seorang teman yang usianya diatas saya, sempat curhat ke saya. Bahwa dia takut kembali kepada Allah dalam keadaan tidak sempurna amalannya. Kadang karena rasa takut itu membuat dia menangis dalam doa. Tidak ada yang dia harap dalam doa itu kecuali Allah mengampuni dosanya dan memberi ridho atas usianya.

Saya tersenyum. Menurut saya bahra takut sepeti itulah yang disebut iman. Airmata menangis karena takut itu akan menyelamatkan diri dari siksa neraka dan tak akan tersentuh api neraka. Tapi, menurutnya, ilmu agamanya tidak begitu luas.

Pemahaman agamanya memang sangat sederhana. Itu karena waktunya habis dalam kesibukan sebagai pengusaha. Namun sholat lima waktu tidak pernah sakalipun dia tinggalkan. Rukun Islam sudah di sempurnakannya dengan pergi haji. Sebagai sahabat , saya tahu betul bahwa dia pribadi yang menyenangkan dan sulit sekali bisa bertengkar dengan dia.

Jika saya katakan bahwa beragama itu sulit dan harus dengan pemahaman luas ilmu agama, tentu Tuhan tidak adil, Mengapa? yang qualified hanya orang berilmu agama sementara orang yang kurang ilmu tidak qualified. Sesungguhnya agama itu mudah!

Islam diturunkan oleh Allah dan diajarkan oleh Rasulullah saw. dalam keadaan mudah, adil, seimbang, dan moderat. Jadi, yang paling moderat adalah yang paling komitmen kepada seluruh ajaran Islam, dimana buah iman itu harus menentramkan dan mencerahkan semua orang.

Kalau ada orang yang bilang agama itu sulit, harus banyak ngaji, itu karena kesombongan beragama. Tidak usah di tanggapi. Santai aja. sikapilah dengan lapang dada. Islam adalah moderat dan jauh dari ekstremitas.

Sama halnya kalaulah untuk sehat itu perlu ongkos mahal, tentu tidak adil. Artinya hanya orang kaya yang bisa sehat. Sehat itu murah dan kesembuhanpun juga tidak mahal. Yang mahal itu adalah rasa cemas yang sehingga membuat kita melakukan apa saja walau mahal untuk kesembuhan.

Penyakit itu hakikatnya menyuruh kita bersabar dan iklas. Samahalnya dengan bergama, yang bilang sulit itu agar anda belajar dari dia, menjadi pengekor dia, kemudian anda bayar..itu hanya bisnis dengan menebarkan rasa takut neraka. Padahal hakikat agama itu adalah perbuatan dan niat, serta patuh dengan rukun islam dan iman. Soal bagaimana kualitasnya, itu hanya Tuhan yang bisa menilai. Bukan manusia.

Wallahu A’lam Bishawab

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Spiritualitas