Melampaui Benar dan Salah

Membaca Kitab Suci lalu menganggap diri paling suci dan menyalahkan kelompok lain pasti bukan tujuan para suci. Tujuan membaca kitab suci adalah membuat kita menjadi lebih rendah hati, menyadari bahwa masih banyak kekotoran batin berupa penghakiman, kebencian dan kemarahan.

Begitupula dengan seseorang yang menggunakan jilbab, bila setelah menggunakan ia merasa lebih bersih, lebih terhormat lewat jalan membandingkan dengan mereka yang memakai tank top maka tujuan untuk menutup aurat menjadi lebih jauh tersasar.

Mereka yang memutuskan ber-vegetarian lalu menyematkan kata “dosa” pada orang yang memakan daging tentu bukanlah itu tujuannya.

Menjadi vegetarian adalah menjadi lebih welas asih pada setiap makhluk termasuk berwelas asih pada mereka yang mengkonsumsi makhluk lain.

Bermeditasi, bertafakur, berdoa membuat kita lebih mengerti dan mengenal keterhubungannya diri dengan sebuah makhluk, bukan untuk membuat diri kita semakin eksklusif dan hebat.

Setiap kali saya diundang berbagi, baik di gereja, vihara, pondok pesantren, kelompok meditasi atau klub vegetarian hal diatas selalu saya sampaikan.

Hati-hati dengan ego yang semakin halus, biasanya dimulai dengan diri yang merasa lebih benar, merasa lebih putih.

Dengan keyakinan itu kita sibuk untuk meyakinkan orang lain bahwa yang jalan saya adalah jalan yang benar, yang secara tidak langsung hal itu mengatakan “yang engkau lakukan itu salah”.

Kita perlu mengerti bukan menyalahkan.
Kita perlu memahami bukan menghakimi.
Semakin cepat kita menghakimi semakin lambat kita belajar dan mengerti.

Kita perlu melatih diri untuk melewatinya, bukan berkubang dalam perdebatan dan sibuk memisahkan benar dan salah.

“Keluarlah, lampaui gagasan sempitmu tentang benar dan salah. Sehingga kita dapat bertemu pada ‘Suatu Ruang Murni’ tanpa dibatasi berbagai prasangka atau pikiran yang gelisah”, begitulah kalimat dari Rumi – seseorang yang dimana hatiku sering terlekat.

catatan Gobind Vasdev

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Spiritualitas