Renungan Sikap Mental tentang Harta

Dahulu kala harta adalah sebidang tanah dan kumpulan ternak. Dari harta itu orang hidup dan menghidupi dirinya untuk berkembang dari generasi kegenerasi. Namun belakangan karena manusia semakin bertambah dan kebutuhan semakin meningkat maka kompetisi terbentuk.

Harta tidak lagi diartikan ujud fisiknya. Tapi harta telah berubah menjadi selembar document sebagai bukti legitimasi dari penguasa. Selembar dokumen itu berkembang menjadi derivative asset bila dilampirkan dengan seperangkat izin ini dan itu.

Kemudian digabungkan dengan yang namanya project feasibility maka jadilah sebuah akses meraih uang. Bukan dijual tapi digadaikan. Uang itu berputar untuk kegiatan ekonomi dan menghasilkan laba untuk kemudian digunakan membeli harta lagi.Ini disebut dengan nilai reproduksi capital atau project derivative value

Bila laba semakin banyak , tentu harta semakin meningkat. Kumpulan dokumen harta ini dan itu , menjadi saham ( stock ) dalam lembaran dokumen bernama “perseroan”. Akses terbuka lebar untuk meningkatkan nilai harta itu.

Baca juga: 100 Kata Mutiara Islami tentang Harta & Kekayaan

Penguasa semakin memberikan akses kepada harta itu untuk berkembang tak ternilai melalui pasar modal , bila harta itu memperoleh akses legitimasi dari agent pemerintah seperti underwriting, notaris, akuntan , lembaga pemeringkat efek.

Dari legitimasi ini maka harta menjadi lembaran kertas yang bertebaran dilantai bursa dan menjadi alat spekulasi. Harta pun semakin tidak jelas nilainya. Kadang naik , kadang jatuh. Tapi tanah dan bangunan tetap tidak pindah dari tempatnya.

Akses harta untuk terus berkembang tidak hanya dilantai bursa. Tapi juga dipasar obligasi, Dokument Saham dijual sebagian dan sebagian lagi digadaikan dalam bentuk REPO maupun obligasi. Disamping itu akses permodalan conventional lewat bank terus digali agar harta terus berlipat lewat penguasaan kegiatan ekonomi dari hulu sampai kehilir.

Dari pengertian ini, maka capital seperti yang disampaikan oleh Hernado de soto dalam bukunya “The Mystery of Capital” mendapatkan pembenaran. Kapital dapat mereproduksi dirinya sendiri. Bahwa harta bukanlah ujudnya tapi apa yang tertulis. Dan lebih dalam lagi adalah harta merupakan gabungan phisiknya dan manfaat nilai tambahnya. Nilai tambah itu hanya mungkin dapat dicapai apabila dalam bentuk dokumen.

Uraian diatas keliatan mudah namun tidak semudah yang dibayangkan. Karena membutuh proses sampai pada tahap anda qualified menjangkau semua sumber modal. Kuncinya gimana ?

Baca juga: Uang, Menjaga Kepercayaan dan Akhlak

Kalau ingin sukses meraihnya maka hormati pemerintah agar kita dapat legitimasi mengakses sumber pembiayaan tanpa batas. Hormati orang lebih tua, karena dari orang lebih tua kita belajar arti sukes dan gagal untuk berkembang lebih baik. Hormati orang kaya, karena dari mereka kita bisa mendapatkan business network untuk mengakses permodalan tanpa batas.

Jadilah pribadi yang hebat dengan bijak kepada penguasa, orang lebih tua dan si kaya agar hidup mudah diatas banyak solusi. Karenanya jadilah manusia yang rendah hati, mudah senyum , berpikir positip dan hindari konplik yang tidak perlu.

Dan setelah mendapatkannya maka berbagilah, karena Tuhan ingin anda bersyukur tidak hanya memujiNYA tapi juga memberi kepada mereka yang gagal bersaing..Mengapa ? Agar terjadi keseimbangan dan kehidupan terus tumbuh bersinambungan…SO change your attitude then financial resource will follow you..

Pahamkan sayang?

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Catatan Kecil