Jangan Mempertuhankan Ego

Saat ini banyak manusia yang mempertuhankan egonya masing-masing. Ego bisa menempel dimana saja dan saat ego menempel pada “sesuatu” maka sesuatu itupun akan langsung berubah dan menjelma menjadi tuhan atau berhala yang baru.

Jika ego menempel pada uang dan harta benda maka tuhan yang Anda puja adalah uang dan harta benda. Jika ego menempel pada pangkat dan jabatan maka tuhan yang Anda puja adalah pangkat dan jabatan. Jika ego menempel pada agama maka tuhan yang Anda puja adalah agama. Jika ego menempel pada aliran dan kelompok maka tuhan yang Anda puja adalah aliran dan kelompok.

Baca juga:

Gus Nuril: Jangan Hina Tuhan & Agama Orang Lain!

Ada yang mempertuhankan ego kelompoknya dengan menganggap bahwa kelompoknya adalah yang paling benar. Ada yang mempertuhankan pemimpinnya dengan mengatakan bahwa pemimpinnya adalah orang yang paling benar.

Ada juga yang mempertuhankan teks formal keagamaannya dengan mengatakan bahwa teksnya adalah yang paling benar. Semuanya menjadi suci, benar dan layak dipuja karena ego sudah menempel di dalamnya. Sungguh betapa sakti dan maha dayanya “sesuatu” yang bernama ego ini. Bahkan orang yang paling tolol dan paling dungu sekalipun akan menjadi tampak suci, baik dan benar karena adanya sang ego ini.

Mungkin benar ucapan Nietzche yang mengatakan bahwa “Tuhan telah mati”. Ya benar, Tuhan telah mati dan yang muncul sekarang adalah ego manusia yang menempel pada suatu konsep dan struktur bangunan pikiran yang dibingkai dengan istilah “Tuhan”.

Hingga sekarang muncul tuhan-tuhan baru dalam bentuk pemimpin agama, konsep ajaran, kelompok-kelompok serta berbagai kemasan lainnya yang tersedia dalam berbagai bentuk dan wujud. Terserah kepada selera Anda. Anda bisa memilih kemasan apa yang Anda mau dan Anda bisa memuja ego Anda sepuas hati Anda dengan cara apapun yang Anda suka.

Banyak sekali produk mental yang tercipta dari sang ego. Ego inilah yang sesungguhnya menjadi tuhan bagi sebagian besar manusia di muka bumi. Tidak ada berhala yang kita sembah selain ego kita masing-masing. Jika produk mental ciptaan ego ini dihina maka kita akan bangkit dan membela ego kita yang kita anggap sebagai yang paling suci. Ego tidak ingin mati karena dia ingin menjadi tuhan yang bisa hidup abadi.

Jika ada yang terasa mengancam ego maka kita akan bereaksi dengan amat garang dan keras karena ego kita ingin hidup selamanya dan tak pernah ingin mati. Sedikit saja ancaman bagi sang ego maka dia akan langsung bereaksi dan berusaha menghancurkan sesuatu yang dianggap bisa mengancam eksistensinya itu.

Baca juga:

Hati-hati dengan Para Pembual Agama Garis Keras…

Bahkan saat tubuh fisik seseorang terurai alias mati, ego inipun masih terus hidup berkeliaran dan bergentayangan serta berusaha mempengaruhi ego manusia lain yang masih hidup.

Ego adalah parasit yang akan terus menghasut dan menyerap serta memakan cahaya kehidupan dan mengubahnya menjadi energi kegelapan untuk memperpanjang usianya. Inilah yang membuat dunia ini menjadi terus kacau dan jauh dari kedamaian. Sungguh kekuatan ego ini sangat luar biasa karena sesungguhnya ego adalah tuhan yang paling berkuasa bagi orang-orang bodoh…..

catatan Muhammad Zazuli

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Spiritualitas