Cinta tak Mengenal Ruang dan Waktu

Kemarin saya ketemu dengan teman lama. Dia saya kenal dekat tahun 93 an. Saya pernah bermitra dengan dia pada proyek data center. Tak ada perubahan yang berati dari wajahnya walau usia diatas 50 tahun.

Penampilannya masih tetap ceria. Dia cerita bahwa dia telah bercerai dengan istrinya sejak tahun 2000. Sejak itu putri satu satunya ikut mantan istrinya namun biaya pendidikan putrinya dia tanggung termasuk sampai melanjutkan ke luar negeri.

Usahanya yang dulu dirintis dari usia muda di kelola oleh mantan Istrinya dan dia membuka kembali usaha baru. Setelah krimon dia membuka bisnis di China, pabrik Garmen.

Baca juga:

Berdakwah dengan Cinta

Kamu tahu Jel, apakah ada ongkos ketemu orang harus bayar USD 500 perhari.” katanya. Saya terkejut. Apakah dia sedang berbicara tentang lady escort. Oh bukan. ” Itulah tarif yang diterapkan oleh Putri saya kalau saya ingin bertemu dengan cucu saya.” Katanya.

” Mengapa ?

Entahlah. Mungkin mamanya berhasil menanamkan kebencian terhadap saya. Padahal saya tidak pernah cerita alasan sebenarnya mengapa kami bercerai. Tapi mantan istri saya hebat soal create story. Tapi saya terima saja dengan ikhlas. Putri saya suatu saat akan mengerti betapa saya sangat mencintainya. Dan saya engga pernah cerita ke putri saya bahwa mamanya cari uang hanya untuk dirinya sendiri, sementara biaya hidupnya saya yang tanggung. Tujuan saya agar putri saya tidak berprasangka buruk kepada mamanya

Kini dia tinggal sendirian namun tidak merasa sendirian. Apakah dia sudah mikah lagi ? Tidak. Dia tetap sendirian. Jadi siapa yang mengurus dia ?

Menurut ceritanya, dia berkenalan dengan seorang wanita yang punya anak remaja. Wanita itu meninggal. Anak wanita itu diangkatnya sebagai anak asuh. Kini setalah anak asuhnya menikah, setiap minggu sedikitnya dua kali anak angkatnya datang menjenguknya di apartemen.

Bila datang selalu bersama suami dan anak anaknya. ” Keberadaan mereka membuat saya begitu lengkapnya. Memang mereka bukan darah daging saya tapi cinta mereka tak mengenal ruang dan waktu. Mereka selalu merindukan saya. ”

Pesan moral : Kebaikan sekecil apapun apabila di lakukan dengan ikhlas selalu berbalas indah. Anak dan istri adalah amanah, bukan harta. Mereka bisa membuat kita senang tapi bisa juga menyusahkan. Kalau kita menafkahi mereka bukan karena kita memuja mereka tapi karena kita mencintai Allah.. Karena mereka adalah cobaan bagi kita, untuk menguji keimanan kita, untuk memastikan hanya Allah yang kita cintai di dunia ini..

Pahamkan sayang?

Baca juga:

Kata-kata Cinta yg Indah dan Penuh Makna untuk peneguhan hati

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Catatan Kecil