Renungan Awal Tahun: Nasib Kita Bergantung Pada Sikap Hidup Kita

Ada anak muda yang saya temui tiga tahun lalu kena PHK pabrik garmen. Waktu itu di bertanya kepada saya peluang bisnis garmen di China.

Nasib Kita Bergantung Pada Sikap Hidup Kita

Awalnya saya sempat terkejut dengan sikapnya. Bagaimana mungkin dia sampai berpikir bisnis di china padahal seumur hidupnya sebagai pegawai. Pengalaman bisnis ? Jangankan di luar negeri, di Indonesia saja tidak punya. Kok dia bertanya mau bisnis di china? Saya berusaha menjelaskan seluk beluk bisnis di china, terutama bagaimana menjalin mitra dengan orang china.

Harap di ketahui bahwa sifat orang china yang ada di daratan china sangat beda dengan etnis china perantauan. 90% mereka tidak mengenal luar negeri dan tidak punya paspor, tidak bisa bahasa Inggris.

Lantas bagaimana mereka menjual barangnya ke luar negeri? Itu berkat pedagang dari berbagai negara yang membuka kantor di china. Memang kebanyakan yang sukses di china adalah pedagang dari etnis China dari berbagai negera. Karena kelebihan menguasai bahasa Mandarin sehingga mudah bergaul.

Baca juga:

Renungan Tentang Menjadi Pribadi yg Hebat

Ada anak muda german yang saya temui di kantornya di Shenzhen. Tadinya dia bekerja di toserba di Frankfurt. Setelah kena PHK, dia pindah ke china untuk membuka kantor perdagangan.

Dalam setahun dia bisa ekspornya Kacamata ke german rata rata setahun USD 5 juta, dengan margin net 10%. Ada anak muda dari Iran yang membuka kantor di Shanghai. Dia menawarkan bisnis imbal beli dengan produsen di china. Dia sukses menjadi pengusaha ekspor dan impor.

Kuncinya adalah sikap mental kita harus teruji dan memastikan bisa merebut hati mitra di china. Karena orang china tidak mudah percaya dengan siapapun namun sekali mereka percaya maka itu akan mudah semua bagi kita.

Anak muda yang tiga tahun lalu ketemu saya bertanya tentang peluang bisnis di china, kini sudah jadi pengusaha sukses di china sebagai pedagang makloon. Menurutnya setahun dia punya penghasilan bisa mencapai USD 2 juta dan karena itu dia bisa beli rumah di kawasan elite dan membawa keluarga besarnya pergi haji.

Kini dia menawarkan kemitraan dengan saya membuka agent alat kesehatan di Indonesia dengan dukungan kredit ekspor dari china. Dia menawarkan bisnis bagi hasil kepada rumah sakit di Indonesia. Artinya dia tidak menjual alat itu tapi bagi hasil dari setiap alat itu di pakai oleh pasien.

Jadi hidup ini soal pilihan. Kita mau jadi apa tergantung sikap dan cara kita berpikir. Kalau kita menutup diri dan hanyut dengan pemikiran sempit maka kita akan jadi korban zaman.

Baca juga: 

Renungan Tentang Tepat Waktu

Kalau kita berpikir luas dan maju maka hambatan menjadi peluang dan kemakmuran pribadi bisa kita miliki di situasi apapun dan dimanapun. karena nasip kita ditentukan oleh sikap dan cara kita berpikir.

hindari orang yang berpikir negatif karana dia racun dalam hidup kamu walaupun dia membungkus nya dengan pituah agama. Didikan agama yng benar hanya bila bisa membuat kamu tangguh dan mandiri untuk bertanggung jawab kepada keluarga dan handai taulan

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Akhlak Mulia