Memboikot dengan Cinta!

Seperti hujan dan kemarau, musim boikot yang sedang hits di Indonesia adalah hal lumrah. saya sendiri sudah lama main boikot-boikotan seperti ini, dan tidak tanggung-tanggung jumlahnya 😀

Baca juga: Hentikan Boikot Sari Roti karena Rakyat Kecil yg Kena Dampaknya!

Memboikot dengan Cinta!

artikel oleh Gobin Vashdev

saya memboikot produk yang mengandung hewani, saya tidak menggunakan shampoo, sabun ataupun pasta, juga pengharum ruangan atau mobil.

Saya mensortir buah dan sayur dengan memilih yang lokal, tidak mau menggunakan styrofoam dan dengan ekstra ketat membatasi plastik termasuk minum air dan makanan kemasan.

Mengapa saya memboikot? adalah jawabannya karena cinta!

saya mencintai hewan-hewan itu, rasanya tidak adil, hanya untuk memuaskan lidah saya harus memisahkan antara ibu dan anak, untuk mengenyangkan perut saya berkontribusi dalam pembunuhan hewan tersebut. saya juga mencintai tubuh, saya tidak ingin membuat kuburan hewan pada perut ini.

Demikian dengan penggunaan bahan kimia dalam keseharian, saya mencintai alam yang sudah begitu baik ini. saya merasa tidak adil bagi tanah, air dan udara yang setiap hari menopang kehidupan ini bila setiap hari saya harus mencemarinya.

Selain itu saya juga merasakan besarnya karunia berupa tubuh ini perlu kita cintai dengan memberikan bahan sealami mungkin. seperti yang kita tahu bahwa sebagian besar produk perawatan tubuh, kulit dan wajah bermuatan kimia aktif yang akan terserap oleh pori-pori tubuh, lidah atau hidung.

Setiap kali naik mobil teman atau taksi yang memasang batang atau cairan pengharum, saya bertanya (dengan canda tentunya):

“mau tidak meminum cairan ini ?”.
jawabannya pasti “Tidak”
kemudian saya bertanya lagi, “berapa lama cairan ini habis?”
biasanya di jawab “beberapa bulan”
“habisnya kemana ya?” tanya saya lagi

Bagi saya tidak masuk akal bila seseorang membiarkan dirinya ‘meminum’ cairan kimia lewat hidung setiap saat orang tersebut di dalam ruangan atau mobilnya.

Mengkonsumsi buah dan sayur lokal karena itu yang terbaik yang dipilihkan alam untuk kita yang hidup di daerah ini. Alam yang telah hidup lebih lama dari manusia dan tentunya memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan yang tinggi, Ia mengetahui buah dan sayur lokal dan sedang musim adalah makanan yang terbaik.

Untuk plastik dan styrofoam saya rasa kita semua tahu, namun ketergantungan akan kepraktisan diri ini yang susah dilepas. Salah satu bentuk mencintai anak cucu adalah memberikan dunia yang lebih baik, lebih indah dan lebih bersih.

Intinya, tidak ada salahnya dengan boikot memboikot, selama itu dilakukan dengan kesadaran cinta. Dan pertanyaan pentingya “Darimana kita tahu kalau apa yang kita lakukan motifnya adalah Cinta?”

Mudah sekali, selama kita tidak meletakkan kebencian pada benda atau perusahaan yang kita boikot, juga tidak marah atau merendahkan orang lain yang menggunakan atau mengkonsumsi benda tersebut.

Baca juga: Pesan dari Seorang Atheis Kepada Pembenci Sari Roti

Komentar Netizen





5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Spiritualitas