Kesabaran untuk Menjadi Pemenang

Minggu lalu saya amprokan dengan teman di Mall. Dia sahabat saya yang terakhir saya ketemunya tahun 2002. Saya mengajaknya ngopi di cafe. Saya bertanya tentang kesehatannya. Dia bercerita bahwa tahun 2005 usahanya bangkrut. 

Kesabaran untuk Menjadi Pemenang

Kesabaran untuk Menjadi Pemenang

Baca juga: 100 Kata Mutiara Nasehat Islami tentang Kesabaran

Dengan beban hutang yang ada, dia harus merelakan seluruh hartanya di jual dan di sita oleh kreditur. Yang menyedihkan dari kebangkrutan itu adalah dia harus kehilangan istri. Mungkin karena tidak sabar menghadapi prahara, istrinya minta cerai dengan membawa anak anaknya.

Setahun setelah bangkrut itu, dia kena stroke ringan. Dia harus di opname. ” Kamu bisa bayangkan, dalam kemiskinan, sakit dan saya harus hadapi dalam kesendirian. Lengkaplah penderitaan saya” Katanya. Namun akhirnya ada seorang wanita yang datang menolongnya.

Siapa wanita itu ? Dia adalah mantan pacarnya sebelum menikah. Wanita itu batal dinikahi karena dapat informasi bahwa wanita itu sudah tidak perawan lagi akibat hubungan dengan mantan pacarnya. Saya tahu wanita yang di maksudnya. Karena saya mengenal dengan baik.

” Yang saya sedihkan, dia bantu saya tanpa sedikitpun dia ingat bahwa dulu saya pernah menghinanya dan meninggalkannya.Dia menolong karena dia menganggap saya sahabatnya. Dia bisa memaklumi sikap saya dan itu tidak menghalanginya untuk berbuat baik kepada saya.” Kata teman itu.

Wanita itu hidup bahagia sebagai pengusaha. Dengan usia diatas 40 , wanita itu tetap tegar tanpa suami dan tidak sedikitpun tergurat di wajahnya penderitaan karena berkali kali di kecewakan pria. Berkat wanita itulah,sekarang dia kembali sehat dan bekerja..

Semua telah menjadi masa lalu yang memberikan hikmah terlalu luas bagi hidupnya.Betapa ada seorang wanita lemah , terhina, terabaikan , dapat bangkit dari itu semua. Saya katakan. ” Saya kenal dia karena dia pernah menemui saya ketika kamu tinggalkan. Dia lalui hidupnya tanpa berkeluh kesah dengan siapapun. Dia tahu perjalanan hidupnya adalah proses belajar untuk membuatnya sempurna. Di tengah keterpurukannya membuat dia menemukan kehadiran Tuhan di dalam hatinya dan sadar semua karena Tuhan sayang dengan dia. Dari itu dia merasa lahir kembali untuk menjadi melewati hidupnya dengan berani dan kuat dalam keimanan. ”

Moral cerita : Akhlak itu bukan apa yang kamu pelajari tapi apa yang kamu lakukan ditengah situasi dimana kamu harus melepaskan sesuatu yang pada waktu bersamaan kamu sangat menginginkannya. Tanpa benci dalam amarah dan bermusuhan.

Semua di lalui dengan rendah hati bahwa Tuhan tidak pernah bersifat aniaya. Dari sikap itu hidup menjadi indah. Yang sulit menjadi mudah, yang sempit menjadi lapang, yang kusut menjadi terurai. Indah pada waktunya selalu terjadi sesuai janji Tuhan bahwa kesabaran adalah kemenangan diri menjadi sebaik baiknya kesudahan..

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Akhlak Mulia