Keajaiban hanya bisa dipancing dengan Bersyukur

Sudah saatnya kita belajar apa adanya, agar selalu bisa mengingat fakta sederhana, bahwa tidak harus bahagia dulu baru kita mampu bersyukur, melainkan mampu bersyukur dulu baru kita akan bahagia. Dan caranya adalah, jangan biarkan hal-hal yang belum terpenuhi membuat kita lalai terhadap hal-hal yang sudah tergenapi.

Keajaiban hanya bisa dipancing dengan Bersyukur

Dengan demikian, kita akan mulai bisa mengembangkan kemampuan untuk bisa menemukan hikmah di dalam setiap musibah, memancarkan cahaya dari setiap gulita, menelurkan pelajaran pada semua kesalahan, dan menghidupkan kedamaian ketika kebencian menerjang datang.

Kebersyukuran merupakan kutub seberang dari kekufuran. Bagi yang suka membuang makanan, itu merupakan kesombongan yang bisa menjadi ganjalan di hari pembalasan. Kesombongan yang sama juga bagi kita yang bernafsu menolak kebenaran, dalam bentuk kejujuran pandangan dari orang lain yang ada di seberang.

Kebersyukuran akan mendorong kita untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri, dan mengajak kita untuk menghasilkan yang terbaik dari apa yang sudah dimiliki saat ini. Sedangkan kekufuran hanya akan mendorong kita untuk mencari apa saja yang masih kurang saat ini, dengan menjerumuskan kita ke dalam jurang nanti, nanti dan nanti lagi.

Kebersyukuran adalah tentang kekinian yang dihayati, bukan tentang kekhawatiran akan masa depan yang penuh duri, apalagi tentang penyesalan pada masa silam yang tak bertepi. Hidup yang diselami akan selalu bisa dinikmati karena di dalamnya ada nyala api yang senantiasa menerangi hati, agar kita bisa tetap kokoh berdiri, tanpa ada ragu-ragu lagi, menjalani semua hari-hari, dan memberikan segala manfaat diri, sebagai bekal menghadap Illahi, di hari penghakiman-Nya nanti.

Baca juga: Nasehat untuk Selalu Bersyukur agar Rezeki semakin Luas

Keajaiban hanya bisa dipancing dengan kebersyukuran. Dan kebersyukuran merupakan pintu depan hidup yang penuh keberkahan. Nyatanya, akan selalu ada orang-orang yang merasa berbahagia hanya dengan memiliki sedikit dari apa yang sudah kita dapatkan. Dan akan selalu ada orang yang terus-menerus merasa kekurangan.

Jika kita ingin mendapatkan lebih banyak lagi, pastikan dulu bahwa kita telah memanfaatkan segalanya pada saat ini, dan bukan semata hanya meratapi diri, karena merasa semua ini tak berarti. Kekufuran dalam memaknai hari, adalah jaminan bagi duka yang merobek hati. Oleh karenanya, mari kita bersama-sama mencoba berbeda dari hari ke hari sebelumnya, dimana hidup sederhana adalah pilihan nyata, agar Petunjuk-Nya selalu terbuka, dan kita mampu melihatnya, demi untuk menjadi manfaat bagi sesama. Ingatlah, tanaman hanya akan tumbuh sesuai bibit dan akarnya, bukan karena mimpi akan buahnya.

Keajaiban hanya bisa dipancing dengan Bersyukur

Keajaiban hanya bisa dipancing dengan Bersyukur

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Kata Mutiara Cinta