Renungan Tentang Tepat Waktu

Ketika saya baru mulai bekerja di perusahaan tahun 2007, ada teman bertanya,”Kang, apa nggak stress kerja di perusahaan Jepang?”

Renungan Tentang Tepat Waktu

“Stress kenapa?”

“Kan orang Jepang itu sangat ketat soal waktu. Terlambat satu dua menit saja jadi masalah.”

Saya tidak menjawabnya secara langsung.

“Anda muslim kan?” saya balik bertanya.

“Iya, dong.”

“Kalau Anda sahur, boleh nggak telat? Misalnya sudah azan subuh, Anda masih terus makan. Cuma lewat 2 menit, boleh nggak?”

“Nggak boleh, dong.”

“Kalau begitu, kenapa telat masuk kantor 1-2 menit Anda anggap boleh?”

Puasa dan salat bagi saya adalah latihan untuk membangun kebiasaan tepat waktu. Sayangnya banyak orang yang tidak menyadarinya. Juga banyak orang yang tidak menyadari pentingnya tepat waktu.

Orang sering mengatakan,”Masyarakat di negara maju itu tepat waktu.” Ini pernyataan yang terbalik. Pernyataan yang benar adalah, “Negara-negara itu maju karena mereka tepat waktu.” Negara-negara maju umumnya menggunakan kereta api atau subway sebagai moda transportasi kota-kota besar.

Pada jam sibuk, kereta tiba dan berangkat di suatu stasiun setiap 2-3 menit sekali. Kalau masinis dan pengelola lalu lintas kereta biasa molor 2-3 menit, apa yang terjadi? Tabrakan! Sistem kereta api modern hanya bisa dikelola oleh manusia-manusia yang tepat waktu.

Toyota menerapkan sistem produksi “Just in time”. Komponen setiap produk yang diproduksi, dikirim dari pemasok, tidak masuk ke gudang. Komponen dikirim langsung ke tempat produksi. Tentu saja jumlahnya tidak banyak, hanya cukup untuk keperluan produksi 2-3 jam. Karena itu pemasok mesti melakukan pengiriman sampai 8-10 kali sehari, secara tepat waktu. Tidak boleh lebih cepat dari jadwal, juga tidak boleh terlambat.

Dengan sistem produksi ini Toyota tidak memerlukan gudang. Artinya, tidak perlu menghabiskan uang untuk bangun gudang, menggaji penjaga gudang, membuat sistem pengelolaan gudang, dan tidak perlu ada resiko barang rusak atau hilang di gudang. Ini salah satu keunggulan sistem manajemen Toyota. Sistem ini hanya bisa berjalan kalau pengelolanya tepat waktu.

Orang Islam sudah disediakan Tuhan tool atau perangkat untuk melatih diri agar tepat waktu. Tapi jarang ada yang memakainya. Bahkan jarang ada yang sadar bahwa tepat waktu itu sangat penting. Puasa, kata Rasulullah, sering kali hanya menghasilkan lapar dan dahaga.

sumber: catatan Kang Hasan di Facebook

Renungan Tentang Tepat Waktu

Renungan Tentang Tepat Waktu

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Akhlak Mulia