Kesepakatan vs Kebenaran dan Pengertian

1+1 = 2 adalah kesepakatan. anak SD yang menerima sebuah informasi 1+1 jawabannya harus 2 , menganggap hal ini adalah kebenaran. 

Kesepakatan vs Kebenaran dan Pengertian

hitam dan putih juga sebuah kesepakatan, kita tidak bisa mengatakan “yang saya lihat dan anggap hitam itu adalah sama seperti hitam yang kamu lihat”

Begitu juga dengan benar salah, baik dan buruk, di sebuah tempat baik, tapi prilaku yang sama akan sangat buruk ditempat lain.

Hukum gravitasi dianggap sebagai hukum pasti, namun bagi sahabat yang belajar fisika quantum , teknologi nano atau sejenisnya, semua hukum menjadi relatif.

ketika anak SD tersebut mulai belajar yang lain seiring pertumbuhan usianya, ia mulai melihat kesepakatan-kesepakatan lain, dan dari sana, ia mulai mengerti bahwa apa yag dianggapnya kebenaran adalah kesepakatan yang diciptakan.

Begitupula dengan seseorang yang selama hidupnya terkungkung dengan kelompoknya, ia akan mengalami kekacauan ketika keluar dan melihat kesepakatan lain. setelahnya apakah dia akan belajar dan memahami atau kembali dalam kungkungan, itu sepenuhnya adalah pilihannya.

Kebenaran tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata apalagi melalui tulisan. Kebenaran adalah sesuatu yang melewati konsep-konsep apapun yang kita lekati selama ini.

Jika bertemu dengan seseorang dan ia sangat yakin dengan apa yang diucapkan, dan mengatakan bahwa ucapanya itu adalah kebenaran, tidak perlulah kita mendebatnya, karena ia sedang mengungkap apa yang diyakini sebagai kebenaran.

Yang di perlukan adalah pengertian, mengerti bahwa setiap orang mempunyai pengalaman masa lalu dan program yang berbeda

Ada banyak cara untuk memperlebar pengertian, diantaranya membaca dan mendengar dari pihak yang selama ini kita anggap berseberangan.

Kuncinya adalah membaca dan mendengar untuk mengerti bukan untuk mendebat apalagi menyangkal, Dan tiga hal yang paling pertama perlu kita miliki adalah sikap terbuka, kosong dan rendah, mirip seperti gelas yang hanya bisa diisi ketika terbuka, ada ruang kosong dan dan lebih rendah.

Lao Tzu mengatakan “Menyadari bahwa kita tidak mengetahui apa-apa adalah awal dari sebuah kebijaksanaan” Dan dalam hal pengertian, Bunda Teresa menantang kita semua dengan kalimat berikut ini.

“Kita mengabarkan kepada orang-orang tentang betapa baiknya, betapa maha pengampun, betapa penuh pengertiannya Allah, tetapi apakah kita sudah menjadi bukti yang nyata? Dapatkah mereka sungguh-sungguh melihat kebaikan, pengampunan, pengertian tersebut ada dalam hidup & diri kita?”

sudahkah kita ?

sumber: catatan Gobind Vashdev di Facebook

kesepakatan-vs-kebenaran-dan-pengertian

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Akhlak Mulia