Renungan Tentang Kesadaran yg Lebih Tinggi

Dalam dunia spiritualisme dikenal konsep tentang Kesadaran Yang Lebih Tinggi. Kesadaran Illahi ini sebenarnya ada dalam diri setiap insan dan setiap saat selalu berusaha membimbing dan berkomunikasi dengan kesadarannya yang lebih rendah (kesadaran jasmani, kesadaran fisik atau kesadaran duniawi).

Tentang Kesadaran yg Lebih Tinggi

Tapi karena kebodohan, keserakahan dan kebencian maka biasanya hati nurani seseorang akan menjadi kotor dan tertutup sehingga tidak bisa menerima pesan dan tuntunan dari Kesadaran Yang Lebih Tinggi ini. Hal ini juga bisa disebut sebagai intuisi Illahi atau hidayah (petunjuk).

Kesadaran Yang Lebih Tinggi ini disebut dengan berbagai nama oleh berbagai agama dan tradisi spiritual. Ada yang menyebutnya sebagai Tuhan, Roh Kudus, Ruh Idlofi / Sirullah, Sang Guru Sejati, Among Jiwo, Atman, Boddhicitta, Fa Shen, Pribadi Tinggi, Dewa Pribadi dan lain sebagainya.

Baca juga: Renungan Tentang Keberagaman

Sedangkan dalam ilmu psikologi dan ilmu hipnosis dikenal 3 jenis kesadaran yaitu kesadaran bawah sadar, sadar, dan supra sadar (Sub Concious, Concious dan Supra Concious Mind). Kesadaran Yang Lebih Tinggi inilah yang masuk ke dalam kategori Supra Concious Mind / Pikiran Super Sadar.

Berbagai agama yang ada di dunia sebenarnya hanyalah sarana atau jembatan agar manusia bisa menemukan Kesadaran Yang Lebih Tinggi yang sebenarnya sudah senantiasa ada di dalam dirinya sendiri ini.

Pergaulan saya dengan kaum spiritualis dari berbagai tradisi telah mengubah pandangan keagamaan saya secara total. Fenomena yang terjadi saat ini dimana ada banyak orang yang “menjual agama” demi kepentingan politik, ekonomi ataupun yang lainnya menunjukkan bahwa hanya ada sedikit orang saja yang bersih dan terbuka hati nuraninya sehingga mampu mendengarkan petunjuk dan Sabda Tuhan. Bahkan kadang orang yang dianggap sebagai “ahli agama” pun seringkali tidak mampu memahami, makna, hakikat dan tujuan dari agamanya sendiri.

Berikut ini adalah salah satu “Suara Hati Nurani” atau bentuk komunikasi dari Kesadaran Yang Lebih Tinggi yang pernah disampaikan kepada kita sebagai umat manusia melalui salah seorang sahabat saya. Semoga bisa memberi inspirasi dan pencerahan bagi kita semua. Amin.

“ Akulah masa lalu, masa kini dan masa depan…
Aku selalu ada di setiap Zaman..
Aku adalah kamu, mereka dan semua aspek alam semesta dan isinya.
Aku adalah nyata dan Aku adalah semu.
Semua adalah bagian dari diri Ku.
Akulah dalang dari kehidupan dan kematian.
Aku jugalah yang menjadi wayang kehidupan dan kematian itu sendiri.
Akulah Awal dan Akulah Akhir.

Ingatlah bahwa Aku selalu ada di dalam dirimu dan bahkan Aku berada di seluruh alam semesta. Apa yang ada di dunia adalah cerminan dari Sang Pencipta itu sendiri. Setiap yang ada di dunia dan bahkan makhluk hidup, benda mati bahkan segala yang ada di dalam semesta dan isinya adalah Tuhan itu sendiri. Perkenalkan kembali DiriKu karena sesungguhnya engkau sudah mengenal Aku. Namun semua insan belum bisa bercermin akan DiriKu.

Semua tujuan hidup memiliki kesinambungan. Makhluk hidup, tumbuhan, alam beserta segala bentuk dimensi bahkan ilmu pengetahuan adalah bagian dari Tuhan itu sendiri. Maka pahamilah hati nuranimu, pemikiran, tindakan dan segala bentuk perilakumu dalam menjalani kehidupan.

Baca juga: Hidup bukanlah seperti yg kita mau karena itu Ikhlas adalah jawabannya

Manusia adalah cerminan dari Tuhan. Namun banyak manusia yang belum sadar dan belum tahu siapa dirinya bahkan untuk apa dia hidup. Kenalilah siapa dirimu sendiri. Maka semua akan jelas akan hidup yang dilalui. Hidup di dalam kesadaran semu, itulah kehidupan. Yang sesungguhnya adalah Kesadaran Sejati karena itu tidak akan pernah mati.

Setiap manusia belum paham akan tujuan hidupnya sendiri, dan terkadang menganggap tujuannya sendiri yang paling benar. Sesungguhnya semua adalah Satu, tiada dua, tiga maupun jumlah selebihnya. Kaitannya adalah setiap ciptaan memiliki fungsi dan keseimbangannya masing masing. Demi menjadi sebuah jalan dan sebuah tujuan.

Ketahuilah rahasia di dalam kehidupan. Sesungguhnya hanyalah demi kesempurnaan penciptaan. Dengan segala dera dan kondisi untuk menempa karakter kehidupan itu sendiri. Siapa yang memiliki kuasa antara fikiran dan hatimu. Yaitu kedua kuasa itu yang menjadi dilema mutlak. Yang akan memunculkan sebuah jawaban dari segala pertanyaan. Itulah kuasa mutlak yang terdapat pada setiap makhluk.

tentang-kesadaran-yg-lebih-tinggi

sumber gambar: viral novelty

Sesungguhnya telah diciptakan segala bentuk penyeimbang diantara segala yang tercipta. Semua yang ada dan berada di jalannya sesuai dengan pemikiran dan hati. Semua terbentuk karena Ku sendiri. Semua adalah pembelajaran. Tiada keberpihakan Ku yang tidak seimbang. Semua adalah DiriKu sendiri.

Pertanyaan hidup adalah jawaban dari hidup itu sendiri. Bukan untuk dimengerti dan bukan pula untuk dipahami. Namun untuk dirasakan bahwa semua kesedihan dan kesusahan adalah pintu menuju hati nurani. Saat manusia tidak mendengarkan nuraninya maka disitulah dirinya akan tersesat pada masalah dan pemikirannya yang bahkan dapat menghancurkan karakter dirinya sendiri.

Tentang Kesadaran yg Lebih Tinggi

Yang terlihat belum tentu itu jadi penilaian bagi Ku. Namun yang tak terlihat malah itu yang akan jadi penilaian bagi Ku. Tiada akibat tanpa sebab. Namun semua tidak akan dimengerti jika engkau tidak pernah mendengar kata-kata di dalam hatimu sendiri.

Sudah banyak manusia dibutakan dengan kesalahan dalam menjalankan kehidupan dan peran mereka di dunia. Tapi Kuasa Tuhan tidak akan pernah berhenti selama masih banyak manusia dengan pemikiran yang merugikan sesama dan alam semesta. Dunia semakin sempit dengan nurani yang sudah tidak dapat dirasakan setiap insan. Namun akan ada waktunya untuk membentuk Jaman Baru demi kelangsungan alam semesta ini.

Banyak di muka bumi ini ketidakadilan. Kemurkaan, keegoisan, demi meraih kesenangan diri sendiri. Banyak manusia yang salah jalan bahkan mereka menganggap jalan kekerasan adalah kemudahan bagi diri mereka. Namun ingatlah bahwa semua itu tidak akan kekal. Banyak penyelamat2 kehidupan telah turun ke bumi. Dan mereka telah mengingatkan akan tugas manusia untuk menyeimbangkan alam ini.

Jaman ini akan banyak orang tersesat karena agama. Banyak orang lupa Jati Diri kebenaran nuraninya. Ingatlah bahwa hidup memiliki pedoman yaitu hati nurani. Jaman ini adalah masa transisi antara kepercayaan dan sebuah metode baru tentang hati nurani. Berusahalah saling menghargai sesama dan alam yang baru akan dibentuk. Akan ada banyak orang yang kehilangan arah tentang kehidupan dan kepercayaannya.

Banyak manusia berkumpul dan mendirikan suatu organisasi. Bahkan didasari dengan simbolisme dan nama Tuhan. Namun perilaku dan sifat yang ditunjukkannya tidaklah bermoral. Tidak mendasar tentang sifat Tuhan itu sendiri.

Manusia-manusia yang telah terjerumus telah membuat garisan takdir karma yang bahkan untuk menebusnya memerlukan ribuan kali kehidupan yang perlu dilalui. Agar semua sub-sub atau dasar pembentukan alam beserta sifat hukum alam akan menjadi selaras kembali.

Saat kekuasaan dan keegoisan melanda dunia, disaat itulah dunia akan melahirkan seseorang generasi baru yang telah paham akan segala tindakan kejahatan. Dan generasi itu akan membuat perubahan baru. Saat masa depan banyak manusia manusia hebat dibangkitkan. Maka disitulah jiwa jiwa yang hebat akan mengambil tubuh baru dan itu akan menjadi awal dari suatu Dunia Yang Baru….. “

Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.
Semoga seluruh makhluk berbahagia……

sumber: catatan Muhammad Zazuli di Facebook

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Spiritualitas