Biarkan Anak Kita Memilih Jalan Hidupnya Sendiri

Saya ingin sekali putra saya menjadi seorang insinyur karena itu dulu adalah cita cita yang kandas. Namun setelah tamat SMU , dia memilih fakultas ekonomi. Saya hanya bisa mendukung sesuai kehendaknya. Setelah tamat S1 kemudian di lanjutkan S2 , dia tidak ingin bekerja atau membantu saya dalam bisnis. Padahal saya ingin sekali. Tapi dia memilih jadi jalur wiraswasta.

Biarkan Anak Kita Memilih Jalan Hidupnya Sendiri

Berkali kali saya katakan bahwa jalan wiraswasta bukanlah jalan yang nyaman. Akan banyak kesulitan yang harus di laluinya. Tapi dia bersikeras dengan pilihannya. Saya harus mendukungnya. Tanpa modal tersedia, dia mengawali dengan bersahaja. Dia akhirnya dapat melewati dengan baik.

Saya ingin putri saya setelah tamat SMU melanjutkan pendidikan bidang agama atau ilmu sosial. Tapi dia memilih jalan untuk menjadi dokter. Berkali kali saya ingatkan bahwa pengabdian sebagai dokter tidak mudah. Dia harus mewakafkan hidupnya untuk membantu orang lain yang kadang harus mengorbankan waktu dan tenaga dengan hasil tidak sepadan.

Namun dia bersikeras. Suaminya juga seorang dokter. Namun entah mengapa dia dan suaminya juga ingin mandiri. Ingin mendirikan sendiri klinik dan kemudian rumah sakit. Kini mereka sedang berproses mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengaktualkan cita citanya.

Di usia setengah abad lebih ini, saya hanya bisa tersenyum dengan hidup saya. Sekeras apapun saya ingin agar kedua putra putri saya bisa seperti saya mau, namun takdir juga yang berlaku. Bahwa mereka bukan saya. Mereka punya takdir sendiri sendiri.

Tugas saya dengan segala kerendahan hati mendukung mereka tanpa mendikte tapi memberikan doa terbaik kepada mereka agar mereka bisa melewati hidupnya dengan tabah. Mereka akan berproses bagaikan ulat keluar dari kepompong untuk menjadi kupu kupu yang indah.

Nak, hidup ini memang tidak ramah. Namun Nak, jangan pernah takut untuk melangkah. Kalian bisa menjadi apa saja sesuai kehendak kalian. Hormati orang sukses yang rendah hati agar kalian mendapatkan makna bahwa hidup bukan apa yang kalian dapat tapi apa yang kalian beri.

Jadilah diri kalian sendiri sebaik baiknya diri kalian, sebagai mata air dan cahaya bagi orang lain. .Doa papa selalu menyertai kalian di setiap detak jantung papa. Yakinlah Nak, selagi Allah sebagai landasan kalian berbuat maka semua akan baik baik saja.

Pahamkan sayang?

Biarkan Anak Kita Memilih Jalan Hidupnya Sendiri

Biarkan Anak Kita Memilih Jalan Hidupnya Sendiri

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Akhlak Mulia