Tentang Berjihad

Tentang Berjihad – Diriwayatkan dalam hadith, seorang pria gagah datang kepada Rasul, ‘Aku berbai’at kepadamu untuk berhijrah dan berjihad dengan mengharapkan pahala dari Allah.” katanya.

” Apakah salah seorang dari kedua orang tuamu masih hidup?’ Tanya Rasul.

“Ya, masih, bahkan kedua-duanya.”

” “Berarti engkau menginginkan pahala dari Allah?” Tanya Rasul

‘Ya.’ “ Jawab pria itu.

” Maka pada keduanya berjihadlah” sabda Rasul.

Baca juga: Tentang Akhlak Manusia

Ada lagi kisah dalam hadith. Tatkala kami duduk-duduk di sisi Rasulullah , demikian di sampaikan Abbas bin Fadhl Al-Asfathi , tiba-tiba ada seorang pemuda yang keluar dari jalan bukit. Ketika kami memperhatikannya maka kamipun berkata, “Kalau saja pemuda ini menggunakan kekuatan dan masa mudanya untuk jihad di jalan Allah?! ” Apa yang kami ucapkan ternyata didengar oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliaupun berkata ”

Memangnya jihad di jalan Allah itu hanya yang terbunuh (dalam perang) saja? Siapa yang bekerja untuk menghidupi orang tuanya maka dia di jalan Allah, siapa yang berkerja menghidupi keluarganya maka dia di jalan Allah, tapi siapa yang bekerja untuk bermewah-mewahan (memperbanyak harta) maka dia di jalan thaghut.”

Jihadmu Nak, adalah bagaimana kamu unggul dalam kehidupan yang kadang tak ramah ini untuk menanggung hidup keluargamu dan mengutamakan kedua orang tuamu melebihi cintamu kepada keluarga. Sudahkah kamu menjadi lentera bagi keluarga, handai tolan dan orang tuamu? Sudahkah kamu menjadi mata air bagi mereka semua? Sudahkah? Kalau belum maka perbaiki lah dirimu, luruskan niat dalam beragama dan rendah hatilah dalam keimanan ya sayang.

Nah, anakku, kini kita berada di era damai. Tak ada alasan kita untuk berperang. Karena tidak ada yang melarang kita melaksanakan ibadah dan ritual sesuai keyakinan kita. Negeri ini di rahmati Allah karena kita bisa berdamai dengan kenyataan, yang bukan hanya memaklumi perbedaan tapi karena agama mendidik kita untuk pandai memaafkan.

Jangan kau dengar orang lain memprovokasi kamu untuk berjihad dengan alasan membela agama sementara kamu belum menjadi apa-apa sebagai anak, kepala keluarga, sebagai anggota masyarakat. Banyak jalan menjemput sahid dan semua perbuatan sepanjang ikhlas itu juga jihad dan imbalannya juga sebaik baiknya di sisi Allah. Baiklah baiklah selalu, sayang.

Baca juga: Islam yg Lembut…

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Spiritualitas