Belajar dari Gus Mus: Memaafkan itu Indah

Memaafkan itu Indah – Akibat response seseorang yang di ujung kalimatnya di tweet menyebut “endas mu” kepada Gus Mus, seseorang itu mendapat peringatan keras dari kantornya berkerja, dan mungkin terancam berhenti atau mentok kerjanya. 

hinaan-pada-gus-mus

celetukan yg amat tidak sopan pada ulama senior NU KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) dilakukan oleh Pandu di twitter (dari hasil pelacakan, ybs kerja di BUMN Adhi Karya)

Memaafkan itu Indah

Banyak teman saya sebagai pengusaha memerintahkan HRD untuk memonitor postingan karyawannya di fb dan tweet untuk menilai attitude seseorang. Karena memang di dumay (dunia maya / internet), kadang tanpa sadar orang bisa membuka dari topeng dirinya di hadapan publik.

Tapi bagaimana sikap Gus Mus? Dia memaafkan seseorang itu dan berharap orang itu tidak di berhentikan. Gus Mus bisa memaklumi itu. Saya pribadi berdoa agar seseorang itu tidak di berhentikan kerja dan tetap terus berkarier dengan menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran untuk kedepan lebij bijak dalam bersikap di sosmed.

gus-mus-memaafkan

Memaafkan itu indah , bahkan kepada orang yang membenci kita sekalipun. Kehormatan kita tidak akan jatuh karena di hina orang yang membenci kita. Bahkan kehormatan kita semakin terangkat karena kita memaafkan tanpa membalas apapun.

Di dunia maya banyak orang yang karena usia muda dan wawasan sempit mudah sekali marah dengan kata kata menghina kepada kita.. Maafkanlah..engga usah di tanggapi serius. Apalagi di dunia maya…dunia antar berantah..

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Akhlak Mulia