Berdakwah dengan Cinta

Berdakwah dengan Cinta – Setiap kita nak, setiap kita harus menyampaikan satu ayat firman Allah. Artinya, setiap kita adalah pendakwah bagi orang lain. Tapi kamu tidak bisa menyampaikan firman Allah itu sambil berkata, “anda kafir, anda ahli neraka, turutlah saya, agar sorga di dapat.” tidak bisa Nak. Atau kamu berdalil dengan nafsu bahwa orang yang berbeda dalil , kamu cap islam liberal, murtad, kafir. Tidak bisa Nak. Atau kamu berkata lantang hanya syariah islam yang bisa membuat negeri ini makmur dan di rahmati Allah. TIdak bisa Nak.

Berdakwah dengan Cinta

Kita harus berjihad! Itu katamu dengan suara lantang. Kamu tahu Nak, kita hanya di wajibkan berperang dan mengangkat senjata berjihad menyabung nyawa apabila hak kita melaksanakan ritual agama, dan berdakwah di larang.

Tapi selagi kamu bebas melakukan ibadah, tidak ada siapapun yang melarangmu berdakwah, jangan kamu tabuh genderang perang kepada siapapun. Jangan nak. Karena sekali kamu marah dan membenci mereka karena alasan hanya karena perbedaan, maka saat itulah kamu merusak dakwah islam.

Mengapa ? Tugas kita nak, tugas kita menyampaikan firman Allah itu dengan adab dan akhlak mulia. Dengan cara lemah lembuh untuk merebut cinta orang, memenangkan hati orang lain. Mengapa ? agar orang islam yang kurang paham dapat datang ke masjid belajar, agar orang non islam jatuh cinta kepada kita dan mau mengetahui keagungan ajaran islam.

Dan bila yang miskin ilmu merapat kepadamu, yang non islam mendekat kepadamu, maka kamu telah berperan datangnya hidayah Allah. Mereka akan berproses menemukan kasih sayang Allah sampai akhirnya mereka mendekat kepadaNYA.

Namun bila kamu sampaikan firman Allah dengan dalil yang kamu pahami , sebagai cara kamu mengadili sikap dan laku orang , ketahuilah, nak, kamu tidak sedang merebut cinta orang , tidak sedang berdakwah tapi kamu sedang menutup pintu hidayah Allah sampai kepada mereka. Kamu jahat nak..sama jahat dengan iblis..jangan ya sayang..

BIla kamu beragama karena nafsu kesombongan, dampaknya, yang dekat menjauh dan yang jauh menghilang darimu.Kamu tidak lagi berperan menyampaikan firman Allah. Kamu tidak melaksanakan misi dakwah yang di wajibkan kepadamu.Jangankan hikmah firman Allah yang bisa di pahami orang , satu ayat pun yang kamu sampaikan akan membuat mereka ngeri mendengarnya. Apa jadinya ? Kamulah perusak syiar agama, dan tentu kamu adalah musuh Allah. Karena Nak, agama berbungkus dengan kesombongan adalah sahabat iblis…

Berdakwah dengan Cinta

Jangan kamu benci manusia yang telah Allah ciptakan. Jangan, nak. Karena DIA menugaskanmu untuk mencintai manusia dans seluruh makhluk. Siapapun mereka. Tugasmu menebarkan cinta dengan akhlak mulia. Kalau mereka jahat kepada mu maka bencilah kepada prilakunya, bukan orangnya. Itupun kebencian tidak sampai melukai perasaannya, namun marahlah dengan bahasa cinta.

Maafkan mereka terlebih dahulu dan kemudian tunjukan kepada mereka kamu orang yang mudah diajak bicara, karena kamu mau mendengar dan mengerti. Bahwa tugasmu hanya menyampaikan kebenaran yang kamu yakini, selebihnya itu urusan Allah.

Anak ku..Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan kecuali bisikan bisikan dari orang yang menyuruh manusia untuk memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mendamaikan sesama manusia. Ingat lakukan itu dengan bisikan, bukan teriakan sehingga membuat orang takut.

Waspadalah jangan sampai engkau menzalimi Manusia. Siapapun mereka, muslim, non muslim , bahkan atheis sekalipun. Sebab kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat. Menzalimi manusia artinya enkau mengabaikan hak hak mereka yang Allah telah mewajibkan untuk engkau tunaikan.

Nak …terakhir aku sampaikan..Jika engakau melihat orang mengaku ulama yang hanya mau mengajarkan ilmunya kalau di bayar, lakukanlah olehmu sendiri secara gratis, agar syiar islam tidak kapitalis. Kalau ada orang berilmu malas melaksanakan ilmunya maka amalkanlah ilmunya oleh mu. Kalau ada saudara muslim yang berlaku kasar kepada orang lain yang non muslim, maka bantulah, yakinkan orang lain bahwa islam itu cinta damai, dan katakan ” tolong dimaafkan saudara kami yang tidak sabar menyampaikan keyakinannya.”

Berdakwah dengan Cinta

Berdakwah dengan Cinta

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Spiritualitas