Kisah Tentang Mendidik Anak…

Kisah Tentang Mendidik Anak – Percakapan berikut terjadi medio tahun 2015 lalu. semoga hikmahnya bisa kita petik bersama-sama… 

” sedari kecil dia saya jaga dengan penuh cinta dan kebanggaan. Dia tumbuh dan berkembang karena cinta kami. Kami arahkan dia menjadi murid terpintar dengan mendatangkan guru privat dan mengikuti semua kursus agar dia sempurna ” demikian kata teman.

” lantas ? “

” dari SD sampai SMU dia selalu ranking dis ekolah sampai akhirnya diterima di PTN terbaik. Lulus dengan nilai tertinggi. Kami bangga dengan prestasinya.

” terus …”

” Tidak sulit baginya mendapatkan pekerjaan terbaik di perusahaan Multinasional ”

” terus “

” menikah dengan wanita baik-baik dari keluarga terpandang.

” terus ?

” tapi dia tidak menghormati kami sebagai orang tua. Dia lebih mencintai keluarganya. Kami sedih. Anak yang kami banggakan ternyata lebih menghormati anak dan istrinya.” Katanya dengan raut wajah sedih.

” saya rasa kamu berhasil mendidik anak kamu dgn baik.

” kok berhasil? gimana sih kamu ini? ”

” ya kamu berhasil mendidik dia dengan baik. Sikapnya sekarang sesuai dengan didikanmu. Dia belajar menghargai dirinya sendiri, mencintai dirinya sendiri dan bangga dengan dirinya sendiri. Kalau dia mencintai anak istrinya itu karena dia mencintai dirinya sendiri.”

” apa maksud kamu?”

” kamu jadikan anak sebagai produk kebanggaanmu demi memuaskan egomu. Sedari kecil kamu atur dia seperti apa yang kamu mau agar dia dapat dibanggakan. Dia berhasil dan kamu bangga. Selesai. Itulah kini yang kamu dapat. Anak yang bangga dengan dirinya sendiri dan lupa bagaimana mencintai orang lain termasuk dirimu. Mau apalagi ?”

” oh…”

” kamu lupa bahwa anakmu punya takdir sendiri dan dia punya hak untuk diberi ruang untuk berpikir merdeka apa yang dia mau. Namun bertahun tahun kamu tidak memberikan kemerdekaan itu. Kamu menyiksanya dan dia membayarnya kini karena sikapmu sendiri”

Jadi nak, Didiklah anakmu untuk berkembang karena potensinya, dengan ciptakan ruang agar dia memiliki kekebasan untuk melewati takdirnya. Apapun itu yang dipilihnya, tugasmu adalah mendukungnya untuk berkembang sesuai potensinya. Kemudian ikhlaslah…

Pahamkan sayang?

BACA JUGA: Nasehat Ketika Menghadapi Ujian Kehidupan

Kisah Tentang Mendidik Anak

Kisah Tentang Mendidik Anak

Mari Berkomentar...


Categories: Akhlak Mulia