Nasehat menghadapi Kegagalan: Berpikirlah sederhana!

Nasehat menghadapi Kegagalan – Ada teman bercerita, dia baru saja diputuskan oleh pacarnya. Tak nampak dia stress. Apa alasannya ? Mungkin dia berpikir saya bukan orang yang tepat untuk teman hidupnya. Itu hak dia dan saya harus hormati. Demikian katanya dengan tenang. Ada teman yang terpaksa menelan pil pahit karena kemitraannya dengan investor gagal. Dia tak nampak stress. Alasannya, mungkin dia tidak melihat hal yang positif atas rencana bisnis saya.

Ada juga mendengar kabar anaknya gagal di terima di universitas. Dia tenang saja. Menurutnya, mungkin putranya tidak harus jadi sarjana. Ada juga teman yang bercerai setelah 15 tahun berumah tangga. Dia juga tenang saja. Alasannya, tidak ada yang inginkan perpisahan tapi kalau itu terjadi selalu karena alasan yang harus di pahami.

Nasehat menghadapi Kegagalan

Cerita diatas sering saya temui di banyak pergaulan. Saya menilai mereka orang-orang hebat. Tak terdengar mereka mengeluh menyalahkan orang lain dan merasa dia paling benar. Tak terdengar mereka membenci karena itu. Mereka sudah sampai pada tahap bukan hanya menjalani hidup tapi mengenal hidup dengan rendah hati. Mengapa rendah hati? Karena mereka tidak mengutuki masalah namun menarik hikmah dari setiap masalah yang datang. Hidup mereka adalah mereka sendiri yang jalani dan itu tidak ada kaitannya dengan orang lain. Itu antara mereka dengan Tuhan.

Hidup tidak seperti menarik garis lurus dan memisahkan jalur. Hidup seperti melukis diatas kanvas. Tidak ada tarikan kuas yang salah. Selalu ketika Anda berpikir menarik jari ke kiri menggerakkan kuas, itulah yang terjadi dan itulah yang akan menjadi warna lukisan. Soal sketsa sehebat apapun Anda buat diawal lukisan, ketika mulai menggerakan kuas, yang terjadi ya terjadilah. Hanya ada dua pilihan hentikan melukis atau terus melanjutkan lukisan dengan improvisasi agar yang sudah terlanjur di tores oleh kuas tetap dapat indah dengan tarikan kuas berikutnya.

Kehidupan juga begitu. Kalau kesalahan terjadi sehingga menimbulkan kegagalan, perceraian, perpisahan, kerugian, jangan berhenti. Terus lanjutkan hidup. Langkah berikutnya akan ada moment untuk lukisan hidup Anda menjadi indah, walau tak seperti sketsa awal. Karenanya jangan dibuat ruwet hidup ini dan kerjakan saja dengan cara berpikir sederhana. Bahkan beragama pun jangan berlebihan. Sesuatu yang berlebihan akan melemahkan Anda. Tuhan itu maha bijaksana dan maha pengatur. Yang ruwet itu karena Anda percaya kepada Tuhan namun sikap hidup Anda meragukan kasih sayang Tuhan dan lupa bahwa Tuhan itu maha bijaksana dan pengatur.

Nasehat menghadapi Kegagalan

Nasehat menghadapi Kegagalan

Mari Berkomentar...


Categories: Akhlak Mulia