9 Penyakit yang Meningkatkan Resiko Kehamilan

Penyakit yang Meningkatkan Resiko Kehamilan – Setidaknya dikenal empat faktor yang dapat meningkatkan resiko kehamilan pada Ibu, diantaranya adalah: gaya hidup, kondisi kehamilan, kondisi kesehatan dan usia. Khusus untuk kehamilan yang beresiko tinggi, ada beberapa penyakit yang bisa menjadi pemicunya. Dan berikut adalah beberapa diantaranya.

Penyakit yang Meningkatkan Resiko Kehamilan

Penyakit yang Meningkatkan Resiko Kehamilan

Penyakit yang Meningkatkan Resiko Kehamilan – image

Tekanan Darah Tinggi / hipertensi

Walaupun selama ini tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang dapat mendatangkan resiko bagi Ibu dan janin, namun kebanyakan wanita yang memiliki atau mengidap tekanan darah tinggi bisa hamil dengan sukses dan sehat begitu juga dengan bayi yang dikandungnya. Agar bisa hamil dengan sukses dan resiko bisa ditekan, sebaiknya tekanan darah tinggi selalu dikontrol.

Beberapa resiko yang dimiliki oleh Ibu dengan tekanan darah tinggi diantaranya adalah, kerusakan ginjal pada ibu, meningkatkan resiko berat badan lahir rendah atau preeklamsia untuk bayi.

Sindrom Ovarium Polikistik

Sindrom ovarium polikistik atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah PCOS merupakan singkatan dari polycystic ovary syndrome. Merupakan sebuah gangguan yang dapat mengganggu kemampuan wanita untuk tetap hamil. PCOS dapat menghasilkan resiko keguguran yang sangat tinggi sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Selain itu, sindrom ini juga dapat menyebabkan preeklampsia, diabetes gestasional, dan kelahiran prematur.

Diabetes

Ibu yang memiliki penyakit diabetes harus selalu mengelola kadar gula darah yang ada dalam diri mereka. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan bayi cacat lahir. Seringkali diabetes tidak terdeteksi pada saat sebelum hamil dan kemudian terdeteksi pada saat kehamilan atau beberapa minggu setelah hamil. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memeriksakan diri sebelum merencanakan kehamilan. Salah satu cara untuk mengontrol kadar gula darah adalah dengan mengkonsumsi multivitamin yang mengandung 40 microgramma (0.4 miligram) asam folat setiap hari untuk membantu mengurangi berbagai resiko yang dihadapi oleh Ibu Hamil.

Penyakit Ginjal

Ibu Hamil yang memiliki penyakit ginjal seringkali kesulitan untuk hamil. Namun jika mereka hamil, mereka berada dalam resiko keguguran yang sangat tinggi. Ibu Hamil dengan penyakit ginjal memerlukan perawatan khusus dan perawatan tambahan serta perubahan diet dan melibatkan juga obat-obatan. Apabila bunda didiagnosa memiliki penyakit ginjal, bunda harus berkunjung ke dokter dan beberapa layanan kesehatan secara rutin untuk memeriksakan kandungan maupun kondisi bunda.

Penyakit Autoimun

Diantara jenis penyakit autoimun adalah penyakit Lupus dan Multiple Sclerosis. Beberapa penyakit autoimun akan meningkatkan resiko seorang perempuan yang sedang hamil. Contohnya, apabila seorang Ibu memiliki penyakit Lupus, hal tersebut akan meningkatkan kemungkinan bayi lahir mati atau prematur. Beberapa wanita mungkin saja tidak mengetahui bahwa mereka memiliki penyakit Lupus selama kehamilan. Dan bahkan mungkin gejalanya tidak terdeteksi sejak awal. Penyakit autoimun bisa diobati. Namun sayangnya, beberapa obat-obatan yang digunakan untuk melawan penyakit autoimun juga membahayakan janin yang ada di dalam kandungan.

Penyakit Tiroid

Apabila tidak terkontrol, penyakit tiroid, baik yang aktif atau tidak aktif dapat menyebabkan masalah pada janin. Beberapa masalah tersebut diantaranya adalah: gagal jantung, kekurangan berat badan dan lahir cacat.

Infertilitas

Apabila selama ini seorang Ibu kesulitan untuk hamil dan mencoba peluang hamil dengan menggunakan obat-obatan tertentu, maka kemungkinan untuk mendapatkan komplikasi saat hamil lebih besar. Komplikasi tersebut biasanya melibatkan plasenta dan efeknya bisa mengakibatkan pendarahan vagina.

Obesitas

Banyak orang yang menganggap bahwa obesitas bukanlah sebuah penyakit. Namun dalam dunia medis, obesitas memiliki banyak efek yang sangat berbahaya. Selain memiliki efek langsung, obesitas juga biasanya memiliki efek berantai yang memancing berbagai penyakit untuk datang.

Obesitas biasanya membuat seseorang yang sedang hamil berada dalam kesulitan karena berkontribusi menyebabkan kelahiran yang sulit. Selain itu, dengan obesitas seorang Ibu juga memiliki resiko terkena diabetes.

HIV dan AIDS

HIV/AIDS merusak kekebalan tubuh sehingga seorang Ibu yang sedang hamil dan mengidap HIV AIDS kesulitan untuk melawan infeksi atau kanker tertentu. Perempuan yang terinfeksi bisa menularkan virus tersebut kepada janin selama kehamilan.

5 artikel terakhir di Blog Mutiara Bijaksana

Yuuk langganan Blog Mutiara Bijaksana

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Mari Berkomentar...


Categories: Kehamilan